Gunung Botak Makan Korban, Aleg DPRD Buru Fadly Tukuboya Minta Perhatian Pemerintah

Buru-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, mengucapkan turut berduka cita dan belasungkawa atas kejadian longsor di Gunung Botak yang merenggut nyawa manusia, pencari nafkah di tambang ilegal Gunung Botak.

Ucapan belasungkawa itu datang dari aleg DPRD Kabupaten Buru asal fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Abdurachman Fadli Tukuboya.

”Saya turut berduka cita, dan berbelasungkawa atas meninggalnya warga penambang di Gunung Botak, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,”ucapnya.

Atas kejadian itu, politisi Gerindra meminta dan himbau kepada Pemda Buru secepatnya mengambil langkah-langkah kongkrit untuk mencegah agar tidak ada korban-korban susulan di Gunung Botak.

”Sudah tujuh orang dinyatakan meninggal, dan informasi yang beredar katanya ada korban berjumlah 20 orang yang tertimbun longsor. Informasi masih simpang siur.” kata Tukuboya kepada media ini, Senin (10/3/2025).

Kejadian ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah Kabupaten Buru, dalam hal ini Penjabat Bupati Buru harus bersikap tegas.

”Jika itu benar adanya korban di atas 20 orang, ini merupakan sebuah peristiwa yang sangat dahsyat menyangkut nyawa manusia. Kita tidak melihat dari mana asalnya, tetapi yang dilihat itu adalah nyawa manusia,”ujarnya.

Peristiwa ini ukuranya sangat luar biasa, dan baru pernah terjadi Gunung Botak memakan korban, dan lebih sedihnya lagi satu keluarga meninggal dunia atas kejadian longsor itu.

Olehnya itu, Tukuboya berharap bukan saja pemerintah daerah Buru, tetapi juga pemerintah Provinsi Maluku maupun Pusat untuk menaruh perhatian serius terhadap kejadian ini, sehingga bisa merupakan bahan evaluasi dalam hal mencari solusi untuk bisa mendapatkan jalan terbaik demi kemakmuran rakyat kabupaten Buru, khususnya para pencari nafkah di tambang emas Gunung Botak,”pungkasnya (NB).