Lisapaly: Pemda SBB Dukung Penuh Pengelolaan Kawasan Taman Wisata Lala Nusa dan Gunung Suhuwai

MALUKU,SBB,-Pemerintah Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat (Pemda SBB) Provinsi Maluku mendukung penuh setiap upaya pelestarian SDA dan ekosistem dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara aspek konservasi dan kesejahteraan masyarakat.

Pemda berharap kawasan Taman Wisata Lala Nusa dan Suaka Margasatwa Gunung Suhuwai dapat dikelola dengan baik. Terus dijaga kelestariannya dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

Demikian disampaikan Asisten 1 Setda SBB Reinhold Lisapaly pada kegiatan Konsultasi publik dokumen blok pengelolaan dan RPJP Taman Wisata Lala Nusa dan Suaka Margasatwa Gunung Suhuwai yang diselenggarakan oleh BKSDA Provinsi Maluku. Bertempat di Hotel Mitra Pleace, Kota Piru, Jumat, 22 Mei 2026.

Lisapaly menjelaskan bahwa taman wisata Lala Nusa memiliki potensi wisata alam yang sangat besar berupa kekayaan ekosistem alami yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan sebagai destinasi ekowisata.

“Kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang perlindungan ekosistem hutan dan habitat satwa liar tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar apabila dikelola secara bijaksana dan berkelanjutan.”jelas

Lisapaly Sedangkan Suaka Margasatwa Gunung Suhuwai menurut Lisapaly, merupakan kawasan penting bagi perlindungan habitat satwa liar dan ekosistem hutan alami di Pulau Seram.

Kawasan ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi serta menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna endemik Maluku yang harus dijaga keberadaannya. “Kedua kawasan ini merupakan aset daerah Kabupaten SBB yang sangat berharga dan harus dijaga bersama,”ajak Lisapaly.

Oleh karena itu,melalui penataan blok dan penyusunan rencana pengelolaan jangka panjang ini, diharapkan akan tercipta arah pengelolaan kawasan yang jelas, terukur dan mampu menjawab tantangan pengelolaan konservasi di masa mendatang.

“Dokumen Pengelolaan harus mampu mengakomodir aspek perlindungan kawasan, pelestarian keanekaragaman hayati, pemberdayaan masyarakat serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan,”tegas Lisapaly.

Diakhir sambutan, ia tekankan bahwa keberhasilan pengelolaan kawasan konservasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, diperlukan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, masyarakat adat, pemdes, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya,(**)