AMBON-Respon cepat ketegangan antara negeri Kabauw dan Kailolo, Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Polda Maluku terjunkan ratusan personil gabungan ke perbatasan dua negeri tersebut.
Aparat gabungan TNI–Polri segera diterjunkan ke lokasi untuk meredam potensi kerusuhan yang lebih luas. Hingga pukul 17.00 WIT, kondisi di wilayah perbatasan mulai kembali kondusif, dan warga telah kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Kombes Pol. Rositah menjelaskan bahwa total 200 personel gabungan Brimob, Dit Samapta, dan Polresta Ambon, bersama dengan 13 personel TNI dari Koramil 07 Pulau Haruku, telah mengamankan titik-titik rawan.
Pengamanan dipimpin langsung oleh Karoops Polda Maluku, serta didampingi Dansat Brimob dan Kapolresta Ambon & P.P. Lease.
“Personel telah kami tempatkan secara proporsional di titik-titik rawan, termasuk di perbatasan Kabauw dan Kailolo,” ujar Kombes Pol. Rositah.
Polda Maluku terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk menjaga ketenangan.
Aparat juga mengimbau masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi belum terverifikasi dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang.
“Penanganan kasus akan dilakukan secara menyeluruh dan transparan, dengan menjunjung tinggi asas keadilan dan prinsip praduga tak bersalah,” tambah Rositah.
Dengan terus dijaganya nilai persaudaraan dan kondusivitas oleh seluruh lapisan masyarakat, Polda berharap identitas perdamaian Bumi Raja-raja dapat tetap terpelihara (**)

