AMBON,-Jembatan Merah Putih, yang menjadi kebanggaan masyarakat Ambon dan daya tarik wisata, dikhawatirkan imejnya ternodai oleh persoalan sampah ini.
Sampah plastik dan limbah rumah tangga yang berakhir di laut tidak hanya mencemari ekosistem perairan Teluk Ambon, tetapi juga dapat menyumbat saluran drainase dan meningkatkan risiko banjir rob.
Kita sudah menyediakan tempat sampah, ada layanan angkut, dan terus melakukan sosialisasi. Tapi, kesadaran sebagian warga masih sangat minim.
“Membuang sampah ke laut itu merugikan kita semua, merusak biota laut, dan pada akhirnya berdampak pada kesehatan dan ekonomi warga,” tegasnya Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena.
Ia akui resah dengan melihat masih adanya kebiasaan sebagian warga membuang sampah sembarangan ke laut, khususnya di sekitar area ikonis Kota Ambon, Jembatan Merah Putih.
“Fenomena ini dinilai mengancam kelestarian lingkungan dan merusak estetika kota.”ungkap Wali kota Ambon
Resah dan keluhan itu disampaikan Walikota usai melakukan peninjauan di sejumlah lokasi. Saya cukup resah melihat masih ada sampah mengapung di perairan dekat jembatan. Ada yang dibuang dari permukiman tepi pantai, bahkan mungkin dari yang lewat di jembatan,” ujar Wattimena, Senin(15/12).
Wattimena bilang, kami akan perketat pengawasan, termasuk memanfaatkan CCTV. Bagi yang kedapatan, tidak hanya akan dikenakan denda administratif.
“Mari jaga bersama kebersihan dan keindahan Ambon. Laut bukan tempat sampah,” pungkas Walikota.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, dan pemuda untuk bergerak bersama mengubah perilaku.
“Gerakan Ambon Bersih dan Ambon Bebas Sampah harus dimulai dari kesadaran di setiap rumah tangga.”pungkasnya (**)

