Buka Musrenbang RKPD, Wabup Ratuanak Paparkan Tiga Fokus Utama Pembangunan Kepulauan Tanimbar

TANIMBAR,-Tahun 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD 2025-2029, sehingga melalui forum Musrenbang diharapkan seluruh target pembangunan dapat dikawal secara bertahap, terukur, dan menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Tema pembangunan Kabupaten Kepulauan Tanimbar Tahun 2027 adalah akselerasi pertumbuhan melalui transformasi tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas SDM, serta pembangunan infrastruktur dan layanan dasar.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Ch. Ratuanak saat membuka Musrenbang RKPD tingkat Kecamatan Tanimbar Selatan, Bertempat Aula Depag Kota Saumlaki, Rabu 1 April 2026.

Dikatakannya, ada tiga fokus utama yang terdapat dalam tema tersebut,

Sebutkan Wabup pertama Pertama, transformasi tata kelola pemerintahan yang tidak hanya sebatas digitalisasi birokrasi, tetapi juga perubahan menuju sistem pemerintahan yang lebih kolaboratif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Kita ingin menghadirkan tata kelola pemerintahan yang humanis, adaptif, dan bebas dari distorsi kepentingan elit, sehingga mampu mempercepat pembangunan di daerah kepulauan seperti Tanimbar,” tegasnya.

Kedua, peningkatan kualitas SDM yang diarahkan tidak sekadar mencetak tenaga kerja terampil, tetapi juga membangun manusia yang berdaulat dan bermartabat.

Ia menekankan pentingnya investasi pada sektor pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi utama pembangunan.

“Peningkatan kualitas SDM merupakan upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi dan memperkuat daya saing daerah di tengah dinamika global,” katanya.

Ketiga, pembangunan infrastruktur layanan dasar yang dinilai memiliki peran penting dalam membuka akses dan mengurangi keterisolasian wilayah.

Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus berpihak pada kebutuhan masyarakat, bukan semata mendukung proyek industri besar.

“Prioritas utama tetap pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sebagai fondasi transformasi ekonomi yang inklusif,” pungkasnya (**)