Asisten I Sekda SBB Buka Pelaksanaan Program Sinode GPM: Dorong Penguatan Hukum dan Adat

MALUKU,SBB,-Mewakili Bupati Asri Arman, Asisten I Setda Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Reinhold Lisapaly resmi membuka pelaksanaan program Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) melalui biro hukum, HAM dan advokasi tahun 2026 di klasis GPM Seram Bagian Barat.

Kegiatan bertempat di Gereja Nehemia, Desa Eti, Kecamatan Seram Barat, SBB, Kamis 25 Juni 2026.

Bupati Asri Arman dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Setda Seram Bagian Barat (SBB), menegaskan pembangunan daerah yang berkelanjutan membutuhkan sinergitas yang kokoh antara pemerintah, lembaga keagamaan dan element masyarakat.

“Pemda sambut baik dan mendukung penuh dua program strategis sinode GPM,”kata Bupati.

Dua program Sinode GPM yang didukung oleh pemerintah daerah Kabupaten SBB yakni pertama, program penguatan jaringan kerjasama dengan kegiatan strategis pendampingan penyusunan peraturan desa atau negeri.

Disampaikan Bupati, perdes merupakan landasan hukum formal ditingkat lokal untuk mengatur tata kelola pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

“Kita berharap negeri-negeri di wilayah klasis SBB dapat melahirkan produk hukum yang berkualitas, tepat sasaran dan harmonis dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi,”harap Bupati.

Berikutnya, yang kedua yakni program pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan budaya, eksistensi masyarakat adat.

Dijelaskan Bupati, program strategis ini memfokuskan pada pembangunan sinergitas dengan perguruan tinggi dalam upaya pendampingan guna penyusunan dokumen legalitas status negeri adat.

Langka ini sangat utama untuk memberikan kepastian hukum dan melindungi hak-hak ulayat.”Menjaga identitas kulturas negeri-negeri adat agar tetap eksis secara sah di dalam sistem administrasi negara kesatuan Republik Indonesia,”jelas Bupati.

Diakhir sambutannya, Bupati Asri Arman bilang atas nama pemerintah daerah, saya sampaikan apresiasi kepada pimpinan sinode GPM dan segenap panitia pelaksanaan yang telah kembali menunjukkan komitmen nyata sebagai mitra strategis pemerintah.

“Tidak hanya dalam pembinaan spritual tetapi juga secara aktif mendorong penguatan hukum dan pelestarian adat di Bumi Saka Mese Nusa.”pungkasnya(**)