Sandri Rumanama
SBT-Sandri Rumanama Wakil Ketua umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) Serikat Islam, meminta kepemimpinan Maluku dibawa Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath agar serius menangani isu-isu ketenagakerjaan.
Penurunan angka pengangguran menjadi masalah di Maluku. Olehnya itu, Rumanama berharap Pemerintah Provinsi Maluku dapat membentuk Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) di Maluku.
Dikatannya, lapangan kerja di Maluku sulit, sedangkan peluang bekerja di luar negeri di Maluku juga minim informasi karena belum ada perpanjangan tangan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Maluku,”
”Semoga ini menjadi perhatian serius Pak Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku,” Jelas pemuda asal Kecamatan Pulau Gorom yang sekarang berkiprah di Jakarta ini. Kepada media ini, Selasa (11/3/2025).
Sandri bilang, banyak permintaan pekerja migran untuk ditempatkan di luar negeri dengan keahlian khusus seperti tenaga perawat, bidan, pelayan, barista, maintenance Hotel, dan bekerja di kapal ikan untuk dipekerjakan di Arab Saudi, Korea, Jerman, Jepang dan Taiwan.
Namun akibat dari minimnya informasi serta tidak adanya perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah sehingga peluang-peluang tersebut terlewatkan.
“Kan banyak permintaan, kita di Maluku punya balai pelatihan kerja di hampir setiap kabupaten kota, spesifikasi permintaan pekerja migran seperti perawat, bidan, pelayan, barista, maintenance hotel, dan bekerja di kapal ikan juga banyak tapi karena tidak ada perpanjangan tangan pemerintah akhirnya semua jadi pengangguran.”tuturnya.
Dirinya berharap agar di era kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur baru ini bisa lebih komunikatif dalam rangka menanggapi isu-isu ketenagakerjaan ini untuk kemajuan Maluku ke depan.” harapnya (BW).

