SBB-Peresmian Baileo ini hendaknya katong gunakan untuk kembali melakukan revalitaslisasi terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang ada di daerah ini.
“Saya beri apresiasi dan menyambut baik peresmian Baileo Hena Hatu Telu ini sebagai tempat musyawarah adat,”
Demikian diungkapkan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam sambutannya diacara peresmian Baileo milik masyarakat desa Piru itu. Selasa 30 September 2025.

Orang nomor satu di Provinsi Maluku yang meresmikan Baileo itu berharap agar Baileo ini dapat lebih mempererat persaudaraan sejati antara sesama anak negeri, kita belajar untuk saling memahami, percaya, menyayangi, membanggakan dan saling menghidupi.
Sebagaimana falsafah luhur hidup orang basudara di Maluku,” Potong di Kuku Rasa di Daging, Ale Rasa, Beta Rasa, Sagu Salempeng dibagi dua,”
“Keberadaan Baileo ini dapat menjadi simbol jati diri dan kemajuan peradaban masyarakat desa Piru yang menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal,”terangnya.
Diakhir sambutannya, ia menyampaikan peresmian rumah adat ini juga diharapkan dapat memupuk rasa kebersamaan dan cinta damai. Sebagai jaminan bagi terciptanya kerukunan masyarakat di Provinsi Maluku. Teristimewa masyarakat desa Piru Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).”pungkasnya menutup(**)

