Assisten II Setda SBB, Yan Soukotta Membuka Bimtek Penguatan Kapasitas Sumber Pengelolan Satuan Pendidikan.
SBB,Teraslalane.Com-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Provinsi Maluku menggelar bimbingan teknis penguatan kapasitas sumber daya tata kelola satuan pendidikan menengah dalam rangka peningkatan kapasitas pembelajaran yang efektif dan inovatif untuk seluruh kepala sekolah menengah (SMP) se- Bumi Saka Mese Nusa.
Bimtek dipusatkan di Aula Penginapan Piru Permai, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, SBB, Kamis (19/12/2024). Dibuka Assisten II Setda SBB Yan Soukotta mewakili Penjabat Bupati Achmad Jais Eli, dengan menghadirkan enam (6) pemateri dari Balai Guru Penggerak (BGP), Komunitas Belajar Kora-kora SBB dan Maluku Tengah.
Sebelum bimtek dimulai, Yan Soukotta saat membacakan sambutan Penjabat Bupati SBB, mengatakan pengelolaan Satuan Pendidikan Dalam kapasitas sebagai bagian hilir sistem pendidikan nasional, menjadi ujung tombak keberhasilan pendidikan agar dapat mencapai pada tujuan pendidikan, seperti yang terungkap dalam visi pendidikan Indonesia.

Kata Penjabat Bupati, untuk mencapai pada arah tersebut salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah melakukan penataan pada ranah pengelolaan satuan pendidikan langkah ini dianggap cukup strategis karena pengelolaan satuan pendidikan menjadi kunci dasar pemicu keberhasilan penyelenggaraan pendidikan.”tandasnya.
“Langkah penataan yang harus dilakukan pada level satuan pendidikan yakni pengelolaan kurikulum, pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, sarana dan prasarana, keuangan, hubungan satuan pendidikan dengan masyarakat, serta pengelolaan mutu.”tuturnya.

Pemerintah daerah merasa penting dan berkomitmen untuk mengembangkan pendidikan yang ada di Kabupaten Seram Bagian Barat, olehnya itu kepala sekolah dan guru diminta agar selalu bersinergi dalam melaksanakan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada setiap satuan pendidikan.
Tujuan dari Bimtek ini, disampaikan Penjabat Bupati SBB, agar kepala sekolah/guru dapat menyiapkan diri dengan berbagai metode pembelajaran yang baik untuk dapat mempengaruhi pengetahuan, perilaku dan sifat peserta didik dalam menghadapi situasi pembelajaran di setiap satuan pendidikan.
“Pembelajaran yang lebih bermakna dan bermanfaat bagi peserta didik, guna menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang, serta menghasilkan SDM yang baik menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045.”pungkasnya menutup(**)

