Mewakili Penjabat Bupati SBB, Kepala Bappeda Ikut Gunting Pita Peresmian Ruang Kelas Baru Madrasah Aliyah di Waimital

Kepala Bappeda SBB Ikut Menggunting Pita pada Peresmian Ruang Kelas Baru Sekolah Madrasah Aliyah Desa Waimital

SBB,Teraslalane.Com-Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Provinsi Maluku Ruslan Nai menghadiri Peresmian Ruang Kelas Baru Madrasah Aliyah di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Jumat (13/12/2024).

Kehadiran Kepala Bappeda dipercayakan untuk mewakili Penjabat Bupati Seram Bagian Barat (SBB) Achmad Jais Eli yang berhalangan hadir pada kegiatan dimaksud. Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bapedda Ruslan Nai ikut memotong pita bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Maluku Dr. H. Yamin.

Selain peresmian ruang kelas baru, ada pula peresmian pusat layanan Haji dan Umroh terpadu yang dibiayai oleh dana SBSN serta launching kampung zakat di dusun Kotania, desa Piru, Kecamatan Seram Barat. Dipusatkan di Sekolah Madrasah Aliyah desa Waimital.

Ruslan saat membacakan sambutan Penjabat Bupati SBB, mengatakan pembangunan ruang kelas baru merupakan langka strategis dalam memajukan pendidikan berbasis keagamaan, sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada ilmu pengetahuan tetapi juga pada pembentukan karakter islami.

Kepala Bappeda SBB ,Membacakan Sambutan Pj Bupati SBB Achmad Jais Eli pada Acara Peresmian Ruang Kelas Baru Sekolah Madrasah Aliyah.

Madrasah diharapkan mampu mencetak generasi muda yang berakhlak mulai, cerdas, dan berdaya saing tinggi, ”Fasilitas baru yang diresmikan ini menjadi simbol komitmen kita bersama untuk mewujudkan cita-cita besar,” kata Eli.

Sementara itu, gedung pelayanan Haji dan Umroh menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umroh. Dengan adanya gedung ini masyarakat SBB dapat merasakan pelayanan yang lebih mudah, transparan, dan profesional. Mulai dari proses pendaftaran, bimbingan manasik haji hingga keberangkatan ke tanah suci.

Disampaikannya, surat berharga syariah negara sebagai instrumen pembiayaan pembangunan infrastuktur keagamaan menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah pusat benar-benar berpihak pada pengembangan SDM yang beriman dan bertaqwa,” Hal ini sejalan dengan visi kita di Kabupaten SBB untuk menciptakan masyarakat maju, religius, dan sejahtera.

Sedangkan peluncuran kampung zakat di dusun Kotania, Kata Penjabat Bupati SBB, program ini bentuk sinergi antara pemerintah, baznas serta masyarakat dalam upaya mewujudkan pemberdayaan umat. Kampung zakat tidak hanya tentang pengumpulan dan penyaluran zakat tetapi juga bagaimana zakat dapat menjadi katalisator dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terutama bagi mereka yang tidak mampu.

Keberadaan kampung zakat di dusun Kotania menjadi momentum penting dalam upaya kita mewujudkan masyarakat yang religius, mandiri dan sejahtera, sebagaimana visi Kabupaten SBB. Ini bukan sekadar simbol. “Saya berharap program ini dapat dijalankan secara konsisten dengan melibatkan semua pihak baik dari pemerintah daerah, lembaga zakat hingga masyarakat, serta menjadi aspirasi untuk memberdayakan ekonomi masyarakat Bumi Saka Mese Nusa,” pungkasnya (**).