SBB-Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku melaksanakan sosialisasi gempa bumi dan mitigasi bencana di Kecamatan Amalatu.
Sosialisasi tersebut disampaikan langsung oleh nara sumber dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yakni Penyelidik Bumi Utama Katim Publikasi PVMBG Dr. Supartoyo, dan Kepala Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi dan Maluku, Ny. Juliana D J Rumambi. Sedangkan BPBD Kabupaten SBB dihadiri oleh Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan,Ny. Fadlia Pelu.
Kegiatan dipusatkan di Balai Pertemuan Kantor Camat Amalatu, desa Latu, Selasa (8/7/2025) diikuti oleh Camat Amalatu dan tujuh (7) kepala desa, yakni Kades Latu, Hualoy, Tomalehu, Rumahkay, Seriholo, Tihulale, Tala.
Dari hasil sosialisasi bersama para kepala desa yang disampaikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, terdapat lima (5) kesimpulan diantaranya.
Pertama, Serangkaian gempa bumi yang terjadi di Amalatu mulai akhir Juni 2025 hingga kini merupakan gempa bumi multiplet dan suatu ketika akan berhenti apabila energi SA telah mencapai kesinambungan. Sehubungan dengan hal tersebut agar masyarakat tetap tenang mengikuti arahan dari petugas BPBD setempat, waspada dengan gempa susulan dan jangan terpancing dengan isu yang tidak jelas tentang gempa bumi dan tsunami.
Kedua, Masyarakat tidak perlu khawatir karena kejadian gempa bumi ini tidak diikuti oleh sesar permukaan dan bahaya ikutan ( retakan tanah, penurunan lahan, gerakan tanah dan likuefaksi).
Ketiga, Bangunan di wilayah kabupaten SBB agar dibangun mengikuti kaidah bangunan tahan gempa bumi dilengkapi dengan tempat dan jalur evakuasi.
Keempat, Sehubungan wilayah kabupaten SBB rawan gempa bumi dan tsunami maka harus ditingkatkan upaya mitigasi melalui mitigasi struktural dan non struktural .
Kelima, BG siap membantu pemerintah provinsi kabupaten kota di Maluku menghanyutkan upaya mitigasi gempa bumi dan tsunami melalui penyediaan data, asistensi dan narasumber.

Para pemateri juga berpesan kepada masyarakat di Amalatu SBB agar mengenali lingkungan, email sumber gempa bumi, lakukan penguatan bangunan, tahan gempa bumi, siapkan tempat atau jalur evakuasi.
Selain itu, ikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan gempa bumi, ikuti pemutakhiran pengetahuan mengenai mitigasi bencana gempa bumi dan dan lakukan upaya mitigasi mandiri.
Usai sosialisasi dilanjutkan dengan penyerahan Peta Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi Provinsi Maluku dari pemateri kepada BPBD Kabupaten SBB dan Camat Amalatu.(**).

