SBB,Teraslalane.Com-Walaupun sudah beroperasi, namun RS Pratama Waesala, Kecamatan Huamual Belakang, masih memiliki kendala dalam mengelola anggaran sendiri, pasalnya anggaran RS Pratama masih melekat dengan DIPA dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.
Anggarannya masih dibawa kendali dinkes, sehingga perencanaan yang diajukan selalu mentah, tidak ada realisasi,” ungkap sumber kepada media ini, Selasa (21/1/2025).
‘Perencanaan yang diajukan selalu dimentahkan dinas, padahal semua itu merupakan kebutuhan dasar yang diperlukan RS Pratama untuk melayani masyarakat.
Belum tau alasannya apa, sampai saat ini belum ada penjelasan kenapa perencanaan RS Pratama selalu gagal,” kata Sumber yang enggan namanya dipublikasikan itu.
Disampaikan sumber, perencanaan untuk kebutuhan pelayanana harus di prioritaskan, dengan itu RS Pratama harus berdiri sendiri tanpa harus dikendalikan oleh dinkes.
Jika hal ini terus dibiarkan maka kebutuhan pelayanana yang dibutuhkan tidak bisa diakomodir maka akan berdampak pula pada pelayanan di RS Pratama Waesala. Dan sudah tentunya RS Pratama tidak bisa berbuat apa-apa karena jantungnya ada di dinkes Kabupaten
”Seharusnya RS Pratama Waesala sudah seperti RSU Piru, yang sudah kelola DIPA dan buat perencanaan sendiri, sehingga kebutuhan pelayanan dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya, aneh masa sekelas Rumah sakit masih belum bisa berdiri sendiri dalam pengelolaan anggaran.
Olehnya itu, diharapkan ada solusi dari DPRD, dan Pemda SBB soal DIPA Rumah Sakit Pratama, bagaimana diupayakan agar tidak lagi dikendalikan oleh dinkes kesehatan, dan baiknya dikelola oleh pihak RS Pratama,” harapnya (**)

