Ambon,Teraslalane.Com-Menyikapi konflik antar pemuda yang terjadi pada hari Minggu kemarin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I., didampingi pejabat eselon III mengadakan pembinaan khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag.
Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk memperkuat peran ASN sebagai perekat sosial di masyarakat.
Atas peristiwa bentrok antar pemuda yang dipicu dari pesta minuman keras (miras) dan balapan liar yang terjadi di Tugu Trikora, Kecamatan Sirimau, Minggu (12/1/2025 kemarin. Kakanwil menekankan pentingnya nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, dan peran ASN sebagai teladan dalam menyikapi konflik di tengah masyarakat.
“ASN Kemenag harus menjadi garda terdepan dalam menyuarakan perdamaian dan memperkuat kerukunan antar umat beragama,” ujar Kakanwil dalam pembinaan ASN yang berlangsung di Aula Lantai III Kanwil Kemenag Provinsi Maluku, Senin (13/01/2025)
Menurutnya, peristiwa ini sangat bertentangan dengan visi dan misi Kementerian Agama, dan ini menjadi tantangan bagi para ASN Kemenag dalam mewujudkan kerukunan dan keharmonisan di wilayah ini.
Olehnya itu, ASN kementerian agama harus menjadi pendingin sekaligus mediator dalam menyelesaikan konflik di tengah masyarakat. tambahnya
Kakanwil juga menekankan pentingnya peran penyuluh agama untuk lebih aktif dalam mendampingi dan memberikan pembinaan kepada kalangan pemuda
“Penyuluh agama harus hadir di tengah-tengah pemuda, membangun dialog, serta memberikan pemahaman yang baik tentang pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan,” ujar Kakanwil
Ia juga menegaskan bahwa konflik yang terjadi harus menjadi pelajaran bersama untuk mencegah terulangnya insiden serupa.
“Penting bagi kita semua untuk mengutamakan dialog dan pendekatan persuasif dalam menghadapi persoalan di lingkungan kita masing-masing,” tandasnya.(**).

