AMBON,-Memasuki hari ketiga bulan suci Ramadhan 1447 H, Direktorat Lalu Lintas Polda Maluku membagikan 200 paket takjil kepada pengendara lalu lintas dan masyarakat yang melintas di depan Masjid Raya Al-Fatah. Sabtu 21 Februari 2026.
Kegiatan sosial bertajuk “Polantas Polda Maluku Menyapa dan Berbagi Takjil” dipimpin langsung Kasubbag Renmin Ditlantas Polda Maluku, AKP O.S. Biring
Menyapa dan berbagi takjil kepada masyarakat dan pengendara ini menjadi wujud nyata kepedulian Polri kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polantas Polda Maluku untuk hadir di tengah masyarakat.
“Khususnya pada momentum bulan suci Ramadhan yang sarat dengan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.” kata Kasubbag Renmin Ditlantas Polda Maluku, AKP O.S. Biring.
Melalui kegiatan ini, kata Biring, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus membantu masyarakat yang belum sempat berbuka puasa di rumah. “Ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Rositah Umasugi menegaskan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri dalam membangun kepercayaan publik, khususnya di bulan suci Ramadhan.
Kegiatan berbagi takjil ini mencerminkan kehadiran Polri yang humanis dan peduli. Polri tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga hadir memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Kombes Pol Rositah Umasugi.
Ia menambahkan, momentum Ramadhan dimanfaatkan jajaran Polda Maluku untuk terus memperkuat sinergi dan kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat, sehingga tercipta suasana yang aman, nyaman, dan penuh kebersamaan.
Kegiatan Polantas Polda Maluku Menyapa dan Berbagi Takjil menjadi contoh konkret pendekatan humanis Polri yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Di tengah cuaca hujan dan kesibukan menjelang waktu berbuka puasa, kehadiran Polantas di jalan raya tidak hanya membantu secara langsung, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan kedekatan emosional.
Langkah ini menunjukkan transformasi peran Polri yang tidak semata-mata berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada pelayanan sosial dan penguatan kepercayaan publik.
Momentum Ramadhan dimanfaatkan secara tepat untuk menumbuhkan nilai empati, solidaritas, dan kebersamaan antara aparat kepolisian dan masyarakat.(**)

