Awal Tahun Depan, Perusahaan Pisang Abaka Sampaikan Proposal Ke Pemda SBT

SBT,Teraslalane.com – Rencana Investasi Pisang Abaka di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) sudah sampai ke tahap survei Lokasi. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian SBT kepada media ini di ruang kerjanya, Rabu (10/12/2025).

Kadis Pertanian, Sofyan Waraiya menjelaskan, ada dua lokasi yang sudah di tinjau lansung oleh Manajer Operasional PT SIM dan berencana dijadikan sebagai lahan produksi maupun budidaya Pisang Abaka.

Olehnya itu, dirinya selaku Pimpinan Dinas terkait, bertanggung jawab memastikan lahan yang di gunakan, tidak menyerobot lahan milik warga setempat.

“Tentu menjadi catatan bagi kami Dinas terkait untuk memastikan lokasi tersebut harus memenuhi syarat, tidak boleh masuk dalam kawasan hutan, tapi masuk dalam kawasan Areal Penggunaan Lain (APL), olehnya itu titik yang kami ambil adalah sebagian lahan di Kecamatan Bula Barat dan Siwalalat”, Jelasnya.

Meski dua areal survey tersebut telah di anggap berpotensi, menurut Waraiya, titik yang akan di tetapkan sebagai lahan produksi Pisang Abaka, harus sesuai kriteria yang di inginkan perusahaan.

Kriteria yang di maksud salah satunya berhubungan dengan status lahan yang mendapat izin dari pemerintah Desa dan izin Pemerintah Daerah. Sehingga ditargetkan awal tahun depan, pihak perusahaan sudah dapat menyampaikan proposal kerjasamanya kepada pemerintah daerah untuk berinvestasi.

“InshaAllah Allah nanti bulan Maret sampai April 2026, pihak perusahaan sudah bisa menyampaikan proposal ke Pemerintah Daerah terhadap lahan yang sudah di survey,” Ungkapnya.

Waraiya sangat berharap agar Investasi yang menyerap ratusan, bahkan ribuan tenaga kerja itu secepatnya terlaksana di kabupaten Seram Bagian Timur. Sebab baginya, kehadiran Perusahaan tersebut berdampak pada peningkatan pendapatan Daerah.

Dirinnya berujar, selain berdampak terhadap pendapatan Daerah, Investasi ini juga dapat membantu Pemerintah Daerah dalam upaya pengurangan angka pengangguran dengan penyerapan tenaga kerja oleh perusahaan, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Berdasarkan hasil diskusi dengan manager PT SIM, kurang lebih lahan 1.000 hektar membutuhkan tenaga kerja sebanyak 350 orang, apabila 3.000 Hektar, maka tenaga kerja yang di butuhkan berkisar 1.050 orang,” Ujar Waraiya. (Faiz).