AMBON,-Pemerintah Kota Ambon mendapatkan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB RI) berupa satu unit truk tengki air.
Bantuan diterima Walikota Ambon Boedwin Wattimena secara simbolis yang diserahkan langsung oleh anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Maluku, Alimudin Kolatlena. Kamis 11 Desember 2025.
Bantuan ini diharapkan memperkuat kapasitas daerah dalam penanganan darurat bencana, terutama pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak.
Usai terima bantuan tersebut, Wali Kota Ambon menyampaikan apresiasi kepada BNPB dan Komisi VIII DPR RI atas dukungan nyata terhadap kebutuhan daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.
Kami berterima kasih atas perhatian dan respon cepat yang diberikan.”kata Walikota Truk tangki air ini sangat penting untuk menunjang suplai air bersih ketika terjadi bencana dan pengungsian,”
Wali Kota juga memberikan apresiasi khusus kepada Alimudin Kolatlena yang disebut berperan aktif mengawal usulan bantuan hingga terealisasi. Terima kasih kepada Pak Alimudin Kolatlena yang sudah mendampingi BPBD Kota Ambon memperjuangkan bantuan ini.
“Kami berharap sejumlah kebutuhan lain seperti peralatan penanganan bencana, dukungan logistik, dan rehabilitasi pascabencana juga dapat dipenuhi tahun depan,” tambahnya.
Sementara itu, Deputi BNPB menegaskan komitmen BNPB untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi Maluku dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana di daerah.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kota Ambon, Frits Tatipikalawan, menyampaikan terima kasih dan menyebut bantuan ini sebagai respon cepat atas usulan Pemkot beberapa waktu lalu.
Kami sangat bersyukur. Ini kebutuhan mendesak, dan hari ini bisa diwujudkan. Mengingat tingkat kerawanan bencana di Ambon cukup tinggi, tambahan armada seperti ini sangat membantu operasional di lapangan,” ucapnya.
Dengan diterimanya bantuan tersebut, Pemerintah Kota Ambon berharap pelayanan cepat darurat semakin optimal, termasuk dukungan suplai air bersih yang menjadi kebutuhan utama saat terjadi pengungsian.(**)

