Suku Buton memimpin SBB: Peluang dan Tantangan Mewujudkan Pembangunan Inklusif di Tengah Keberagaman

Oleh : Akbar Suneth (Social Media Activist)

Opini Teraslalane.com – Suku Buton, yang dikenal dengan kebudayaan, bahasa, dan sejarah panjangnya, telah lama menjadi bagian integral dari masyarakat Maluku, meskipun tidak selalu berada di posisi dominan dalam struktur politik daerah. Oleh karena itu, terpilihnya seorang pemimpin dari suku Buton untuk memimpin Kabupaten SBB adalah simbol dari keberagaman dan inklusi. Ini juga menunjukkan bahwa identitas etnis bukan lagi halangan untuk mencapai posisi penting dalam pemerintahan.

Kemenangan ini tentu menjadi cerminan dari kecerdasan politik masyarakat SBB, yang tidak hanya memilih berdasarkan latar belakang suku, tetapi lebih kepada kapasitas dan visi pemimpin untuk membawa perubahan positif. Ini juga memberikan pesan kuat bahwa politik di daerah tersebut sudah semakin maju, di mana etnisitas bukan lagi menjadi faktor dominan dalam penentuan pemimpin.

Harapan Baru untuk Pembangunan yang Merata

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh Kabupaten SBB adalah ketimpangan pembangunan antar wilayah, terutama antara wilayah pesisir dan daerah pegunungan yang masih terisolasi. Dengan terpilihnya seorang pemimpin dari suku Buton, ada harapan bahwa ia dapat lebih memahami dinamika masyarakat di kedua sisi wilayah ini dan memperjuangkan pembangunan yang lebih merata.

Suku Buton memiliki tradisi pemerintahan yang sudah dikenal dengan nilai-nilai gotong royong, kebijaksanaan dalam bermusyawarah, serta pendekatan yang cenderung inklusif dan mengutamakan kepentingan bersama. Karakteristik ini menjadi modal sosial yang penting dalam menghadapi tantangan pembangunan di SBB yang sangat bergantung pada sinergi antara berbagai kelompok etnis, agama, dan masyarakat adat.

Pemerintah daerah di bawah kepemimpinan tokoh dari suku Buton juga dapat memanfaatkan kedekatannya dengan komunitas-komunitas etnis lainnya, baik yang berasal dari luar Buton maupun yang ada di daerah setempat, untuk menciptakan program-program pembangunan yang lebih holistik dan berbasis pada kebutuhan masyarakat. Ini bisa menjadi kunci untuk mempercepat proses pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan yang merata di seluruh wilayah SBB.

Menjaga Harmoni dalam Keberagaman

Salah satu nilai penting yang perlu dijaga dalam kepemimpinan ini adalah menjaga harmoni antar suku dan kelompok etnis yang ada di Kabupaten SBB. Wilayah ini terkenal dengan keberagamannya, dengan berbagai kelompok etnis yang hidup berdampingan. Meskipun ada kekuatan politik baru yang muncul dengan dominasi suku Buton, penting untuk memastikan bahwa pemerintahan tidak hanya berpihak pada satu kelompok saja.

Penting bagi pemimpin baru untuk membangun kebijakan yang inklusif, yang tidak hanya memberi perhatian pada kepentingan kelompoknya, tetapi juga mengakomodasi kebutuhan berbagai komunitas lainnya, termasuk masyarakat adat dan kelompok minoritas. Ini akan menjadi ujian sejauh mana pemimpin dapat menjaga keseimbangan dalam keberagaman, serta mengelola potensi perbedaan menjadi kekuatan untuk kemajuan bersama. (*)