Oleh : Akbar Suneth (Social Media Activist)
Kabupaten Halmahera Selatan dikenal sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki wilayah kepulauan yang luas. Laut yang produktif, hasil perkebunan yang melimpah, serta potensi pariwisata yang indah seharusnya menjadi kekuatan besar untuk mendorong kemajuan daerah. Namun kenyataannya, banyak potensi itu masih berjalan lambat karena persoalan infrastruktur yang belum sepenuhnya memadai.
Di beberapa wilayah, akses jalan masih menjadi tantangan bagi masyarakat. Jalan yang rusak, jarak antar desa yang jauh, serta kondisi transportasi yang terbatas sering kali membuat aktivitas ekonomi masyarakat tidak berjalan maksimal. Hasil kebun dan hasil laut yang seharusnya mudah dipasarkan justru terkendala oleh akses yang belum memadai.
Sebagai daerah kepulauan, Halmahera Selatan juga sangat bergantung pada konektivitas laut. Namun transportasi antar pulau yang belum sepenuhnya stabil membuat mobilitas masyarakat dan distribusi barang sering mengalami hambatan. Hal ini bukan hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga pada akses pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya.
Masalah infrastruktur sebenarnya bukan hanya soal pembangunan fisik semata, tetapi juga soal pemerataan dan keberlanjutan. Pembangunan yang merata akan membuka akses bagi masyarakat di desa-desa terpencil untuk merasakan manfaat yang sama dengan wilayah yang lebih dekat dengan pusat pemerintahan.
Kritik terhadap kondisi infrastruktur bukanlah bentuk pesimisme terhadap daerah sendiri. Justru kritik adalah bentuk kepedulian agar pembangunan dapat berjalan lebih baik dan lebih tepat sasaran. Dengan perencanaan yang lebih matang, pengawasan yang kuat, dan komitmen bersama, infrastruktur di Halmahera Selatan dapat menjadi fondasi kuat bagi kemajuan daerah.
Potensi Halmahera Selatan tidak pernah diragukan. Tantangannya adalah memastikan bahwa jalan, pelabuhan, dan akses transportasi mampu membuka pintu bagi potensi itu untuk benar-benar berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat.

