Gunung Tembaga di Huamual Telan Korban, Dua Penambang Sinabar Meninggal Dunia

MALUKU,SBB,-LR (50) dan JLU dikabarkan meninggal dunia saat melakukan aktivitas penambangan Sinabar di Gunung Tembaga Luhu, area Kolam Gajah, Negeri Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten SBB, Maluku.

LR merupakan warga Dusun Pelita Jaya, dan JLU, warga Dusun Loun, Kecamatan Seram Barat.

“Kedua korban meninggal dunia diduga akibat keracunan asap mesin genset yang digunakan saat melakukan aktivitas di dalam lubang galian.” Demikian disampaikan Kapolres AKBP Andi Zulkifli, sesuai dengan informasi awal yang diperoleh.

“Kedua korban telah dibawa oleh pihak keluarga ke dusun masing-masing,” tambah Kapolres.

Informasi awal yang kami terima, kedua korban melakukan aktivitas pertambangan ilegal di dalam lubang galian. Mesin genset yang digunakan berada di dalam lubang sehingga asapnya masuk dan diduga menyebabkan kedua korban mengalami keracunan hingga meninggal dunia,” jelas Kapolres.

Disampaikan Kapolres, siapapun tidak diperbolehkan melakukan aktivitas pertambangan di kawasan tersebut. Tambang ilegal memiliki risiko keselamatan yang sangat tinggi.

Selain keracunan asap mesin, para penambang juga dapat tertimbun material atau longsoran tanah di dalam lubang. Keselamatan jiwa harus menjadi perhatian utama.

“Jangan sampai karena mengejar hasil tambang, keselamatan diri dipertaruhkan,” pungkas Kapolres.

“Aktivitas pertambangan di kawasan Gunung Iha dan Gunung Luhu saat ini tidak memiliki Izin Pertambangan Rakyat (IPR), sehingga masih berstatus ilegal dan tidak diperbolehkan.” tegas Kapolres menambahkan.

Sebagai bagian dari upaya penertiban, Polres SBB bersama Polsek Huamual pada Senin (24/8/2026) melaksanakan patroli dan memberikan imbauan di lokasi tambang ilegal Gunung Hatu Tembaga/Sinabar, Kecamatan Huamual.

Kegiatan dipimpin Kasat Samapta Polres SBB IPTU Ronni Marlon Parihala didampingi Kapolsek Huamual IPTU Luken Soplanit, S.H., dengan melibatkan personel gabungan.

Dalam patroli tersebut, personel menyampaikan imbauan kepada para penambang untuk menghentikan sementara aktivitas pertambangan dan menjaga Kamtibmas.

Hasilnya, pada umumnya para penambang telah turun dari lokasi Gunung Iha maupun Gunung Luhu dan kegiatan berlangsung dalam situasi kondusif.(**)

Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial