SBT-Presiden Prabowo Subianto diharapkan perlu mendengar dan menindaklanjuti tuntutan publik untuk mencopot Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Sebab, kericuhan dalam demonstran di kawasan DPR RI pada 25-29 Agustustus 20205, yang berpuncak pada tewasnya Affan Kurniawan karena dilindas rantis Brimob seharusnya menjadi alasan yang lebih dari cukup.
Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Seram Bagian Timur, Zulkifli Hasan Liliyai menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang kecewa atas tindakan represif Kepolisian bisa menjadi dasar kuat untuk melakukan pergantian.
Tragedi Meninggalnya pengemudi Ojek Online (Ojol), Affan Kurniawan (21) adalah bukti kegagalan Listyo Sigit Prabowo memimpin dan mengubah watak represif Polri selama memimpin institut tersebut.
“Ini menjadi alasan kuat bagi Presiden untuk mencopot Kapolri”. Ucap Zulkifli pada media. Sabtu, (29/08/2025).
Menurutnya, Presiden perlu menunjuk Kapolri Baru yang benar-benar menjalankan visinya agar kasus tidak berulang, Presiden sebaiknya menganti Kapolri dengan orang kepercayaannya.
“Kapolri harus diisi oleh orang-orang yang bisa menterjemahkan visi-misi khususnya dalam konteks mengembalikan negara pada mandat aslinya, yakni melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,”kata Zulkifli
Lebih jauh, ia menerangkan ada kejanggalan dalam demonstran di DPR RI pada 25-29 Agustus dirinya menduga ada indikasi kerusuhan yang segaja dimunculkan untuk melegitimasi wibawa Prabowo Subianto sebagai Presiden.
“Patut diduga, ada tangan-tangan besar yang ikut bermain dan menungangi serta mengarahkan kemarahan publik demi kepentingan mereka. Jika kerusuhan ini terus berlarut tentu stabilitas politik dan terjadi goncangan besar. Presiden Prabowo bisa kehilangan marwah kepemimpinan karena dianggap tidak mampu menghadirkan rasa aman bagi masyarakatnya ditangah kericuhan. Ini yang harus diwaspadai Prabowo”. Jelas Zulkifli
Melihat sutuasi hari ini, Presiden Prabowo tidak punya alasan lagi untuk mempertahankan Litsyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri. Tak ada asalan bagi Presiden Prabowo untuk mempertahankan lagi Kapolri.
“Dalam kerusuhan demonstran Agustus, Kapolri seperti sengaja membiarkan anak buahnya bertindak represif dan tidak profesional dalam menghadapi massa,”ungkapnya.
Ketua Cabang GMNI SBT ini, kembali mengingatkan agar negara segera bersikap tegas. Prabowo tidak boleh diam. Karena ada indikasi kuat untuk menjatuhkan Presiden melalui skenario demo dan kerusuhan.
“Provokasi Reformasi 98 jilid 2 sudah sangat liar didepan mata,”pungkasny(BW)

